Dia sekarang udah punya pacar.
Oh gitu ya?
Iya.
Terus gimana?
Gak papa, kok..
Bohong!
Emang,
Mau ke siapa?
Gak ada..
Move off?
Iya.
Mau sampai kapan?
Gatau,
Sampai ketemu yang pas ya?
Iya.
Semoga ketemu, ya..
Amiin..
Amiin..
Minggu, 12 Oktober 2014
Maafin Aku, De..
Siang itu..
Jadi gak mood makan di kantin, nih, pingin ke kelas aja. Aku langsung ke kelas dengan perasaan bete. Sesampainya di kelas,
"Kakak udah gila?"
"Kamu kali yang gila, De! Gak sopan banget.."
"Emangnya aku salah apa, Kak?!"
"Banyak, De!! Wuaaah... banyak banget malahan!! Udah, ah.. berisik! Jijik banget ngomong sama ade kelas gatau diri!" bentakku.
"Ya udah,"Siang itu aku emang lagi kesel banget sama adik kelasku, namanya Assyln. Bukan apa-apa, sih.. Cuman aku lagi pingin banget marahin Si Assyln itu, padahal dia gak punya salah apa-apa ke aku, bodo. Aku lagi pingin cari sensasi aja, De. Udah tau gak punya salah malah dimarah-marahin, tambah bodo -_-
Jadi gak mood makan di kantin, nih, pingin ke kelas aja. Aku langsung ke kelas dengan perasaan bete. Sesampainya di kelas,
"Hay,Lizza,why?Your face looks annoyed." sapa teman sekelasku.
"Hmm, nothing, Key." jawabku malas.
"Ooh, come on, cerita sajalah..." bujuk Key.
"Do you want to know all?"
"Ya, udah cepetan, ah!" jawab Key tidak sabar.Aku pun segera menceritakan semua kejadian di kantin tadi, soal aku marah pada Assyln. Key terdiam setelah mendengar ceritaku. Ia seperti menahan nahan sesuatu. Sedetik kemudian...
"Ya ampun, Lizza! Kamu jahat banget, marahin adik kelas tanpa sebab apapun!" teriak Key padaku.
"Haha, sudah kuduga kamu akan bicara seperti itu. Mungkin, aku ingin cari sensasi."
"Lebih baik kamu minta maaf, deh.." emosinya mereda.
"Hmm, aku males, malu lagi.. Gak usah, deh." tolakku.
"Hey, hey, itu sudah jadi tanggung jawabmu sendiri. Kamu yang mulai duluan, kok. Minta maaf, dong! Gimana, sih?" suaranya meninggi.
" Ya udah, deh. Aku mau minta maaf, tapi temenin!"
"Engng, ya udah aku temenin. Ohya bawakan dia permen juga, suapa hatinya ikhlas maafin kamu." usul Key sambil menyodorkan 3 buah permen yang dibungkus kertas berwarna emas, kemudian aku menerimanya.Pulang sekolah pun tiba, aku dan Key menunggu Assyln di dekat gerbang sekolah. Tapi, Assyln tidak datang datang. Kemana dia? Akhirnya kami menuju ke kelasnya di lantai 2 sekolah kami. Perasaanku tidak enak. Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya? Aku merasa sangat bersalah. Kini kami berdua telah sampai di depan kelasnya. Aku memberanikan diri untuk bertanya kepada salah seorang temanya yang sepertinya sedang piket.
"Mmh, maaf, De. Boleh nanya?" sapaku memberanikan diri.
"Eh, iya, Kak. Ada apa?" jawabnya ramah sambil tersenyum.
"Assyln ada?" tanyaku.
"Wah, maaf, Kak. Assyln tadi izin pulang lebih awal karena badannya panas."Deg. Aku kaget mendengarnya. Apakah dia sakit karena aku memarahinya terlalu keras. Aku sangat menyesal. Apa yang kuperbuat padanya??
"Boleh minta alamat rumahnya?" pintaku.
"Boleh," ia segera menuliskan alamatnya, kemudian menyodorkan secarik kertas tersebut. "Ini, Kak. Dekat dari sekolah, kok."
"Terima kasih, De."
"Sama-sama, Kak."Aku dan Key segera pergi dari sekolah,lalu membeli buah-buahan dulu, kemudian mencari alamat rumah tersebut. Selama beberapa menit, kami muter-muter gak jelas. Katanya rumahnya warna abu-abu, beberapa menit kemudian akhirnya kami menemukan rumah tersebut dan alamatnya sama. Deg, aku harus berani. Pagar rumahnya kubuka dengan pelan-pelan, dan ku ketuk pintu rumahnya.
"Permisi, selamat siang." teriakku. Tidak ada jawaban, ku coba sekali lagi. "Selamat siang."Kreek.. pintu rumah terbuka. Seorang perempuan berambut coklat sebahu menyambut kehadiranku dengan senyumnya.
"Permisi, Assylnnya ada?" tanyaku ramah.
"Ada. Tapi, maaf anda siapa?" tanyanya.
"Saya kakak kelasnya, temannya juga. sih.."
"Oh, ayo silakan masuk. Assyln ada di kamarnya."Aku segera diantarkan perempuan itu ke kamranya. Jantungku makin berdebar. Saat pintu dibuka, kulihat seorang perempuan cantik berambut panjang sedang bergelung di selimutnya, itu Assyln. Perempuan yang mengantarkanku bilang ia sedang sakit. Aku segera menghampiri Assyln.
"Assyln..De.." sapaku pelan.Assylan segera membalikan badannya dan terkejut melihatku datang kemari. Mukannya kelihatan tambah pucat setelah melihatku.
"Ini, De, aku bawakan buah-buahan untukmu, juga ada permen untukmu." kataku sembari menyodorkan kerajang buah-buahan padanya. "Maafkan aku ya, De, aku sudah memarahimu, padahal kamu gak punya salah apa-apa ke aku. Aku.. mungkin lagi emosian aja, maaf ya, De. Gara-gara Kakak kamu jadi sakit." kataku bersalah.Assyln hanya tersenyum, kemudian berkata,
"Hahaha, gak apa-apa kok, Kak. Aku tahu Kakak lagi emosian. Lagian aku udah maafiin Kak Lizza. Ah, terima kasih buah-buahan dan permennya, aku suka. Ohya, aku sakit bukan gara-gara Kakak. Sebenernya, dari kemaren aku memang sudah sakit, tapi maksain sekolah." kata Assyln ramah.
"Ah, terima kasih kamu sudah maafin Kakak. Oh, ternyata begitu. Get weel soon, ya.. Banyak istirahat dan makan makanan bergizi,"
"Iya, Kak, makasih. Kakak perhatian banget. Ohya, maafin juga kalau Assyln punya salah ke Kakak."
"Iya, De, Kakak maafin."
"Jadi sekarang kita baikan lagi ya, Kak?"
"Iya, tentu."
"Kakak, bercanda, sih, boleh aja. Asal jangan melampaui batas, ya, Kak."
"Eh? Hahaha, iya, iya, maaf, deh. Hehehe.."
Akhirnya, Kak Lizza dan Assyln berbaikan kembali. Lizza berjanji tidak akan bercanda melampaui batas, dan tidak akan marah-marah tanpa sebab lagi.
~THE END~
Senin, 21 Juli 2014
Kritik & Saran
Assalamuallaikum Wr.Wb
Halo, apa kabar semua?
Maaf, saya jadi jarang ngepost, nih. Soalnya sibuk terus, suka lupa, dan gak sempet buka blog. Lagi gak ada ide pula. Jadi, saya minta krtik dan saran, serta masukan juga dari semua pembaca blog saya. Bisa dikirim lewat email saya. Ini emailnya : firdaniasa@gmail.com .Mudah-mudahan kritik, saran, dan masukan dari anda semua dapat membuat blog saya jadi lebih baik, Amin.
Ya, mungkin saya hanya bisa menyampaikan ini saja, ya. Minta maaf kalau selama ini saya ada salah atau postingan saya yang masuh kurang-kurang. Sekali lagi saya minta maaf.
Wassalamuallaikum Wr.Wb
Salam, Firda.
Halo, apa kabar semua?
Maaf, saya jadi jarang ngepost, nih. Soalnya sibuk terus, suka lupa, dan gak sempet buka blog. Lagi gak ada ide pula. Jadi, saya minta krtik dan saran, serta masukan juga dari semua pembaca blog saya. Bisa dikirim lewat email saya. Ini emailnya : firdaniasa@gmail.com .Mudah-mudahan kritik, saran, dan masukan dari anda semua dapat membuat blog saya jadi lebih baik, Amin.
Ya, mungkin saya hanya bisa menyampaikan ini saja, ya. Minta maaf kalau selama ini saya ada salah atau postingan saya yang masuh kurang-kurang. Sekali lagi saya minta maaf.
Wassalamuallaikum Wr.Wb
Salam, Firda.
Rabu, 30 April 2014
Relakan Saja
Puisi perasaan seorang lelaki..
Aku teringat saat dulu aku menembakmuPerasaan takut, gugup, senang, dan malu bersatu
Kau terima, dan kini kau gadis pertama yang pernah ada untuk mengisi hidupku
Setiap hari bersamamu membuatku selalu senang
Rasanya, sepi tanpa kehadiranmu
Kucintaimu dengan ikhlas
Kusayangimu dengan sepenuh hati
Kupenuhi segala keinginanmu
Suapaya kau bahagia selalu
Teringat saatku berikan setangkai bunga mawar merah padamu,
Kulihat wajahmu begitu bahagia
Teringat saatku berikan sebuah boneka,
Kau peluk boneka itu dengan senangnya
Teringat saatku ajak dirirmu ke taman,
Semua kenangan manisku dan dirimu,
Masih teringat jelas dalam ingatanku ini
Walaupun kadang kau membuatku kesal, lelah, dan capek
Tapi, aku akan tetap setia mendampingi hidupmu
Hingga akhir hayatmu
Aku akan selalu berada disampingmu
Namun, semua kenangan indah itu seakan akan hilang dari ingatanku
Pergi jauh entah kemana
Meninggalkanku seorang diri
Kulihat dirimu bersandar pada lelaki lain
Bercanda ria
Sampai-sampai kau tak tahu kehadiranku di belakangmu
Kulihat wajahmu berseri-seri
Kulihat wajahmu terlihat lebih bahagia jika bersama lelaki itu
Mungkin, ini jalan terbaik dari Tuhan
Harus kuterima ini semua
Harus kurelakan gadis pujaan hatiku pergi dari kehidupanku
Pergi meninggalkanku untuk selamanya, tanpa akan pernah berpaling lagi
Relakan saja semua kenangan indah bersamamu
Tapi, aku tetap akan mencintaimu
Walaupun aku harus mencari wanita lain diluar sana yang lebih baik
Kuiingin lelaki itu selalu membuatmu bahagia, lebih bahagia
Dan terus membuat dirimu senang, tanpa harus membuatmu kecewa dan patah hati
Kuiingin tidak melihatmu sengsara, sedih, patah hati, dan kecewa
Tapi, kuiingin melihatmu bahagia, senang, dan selalu tersenyum
Semoga, lelaki itu lebih baik dariku
Kini saatnya aku melupakanmu
Menjalani hidup sendiri lagi
Tanpa ada seorang bidadari menemani hidupku
Aku akan merelakanmu
Semoga kamu bahagia dengannya
I Love You..
by Me (Firda)
Sabtu, 26 April 2014
Sepucuk Curcol di Malam Minggu
Malam minggu tiba! Jones mana, jones? Hehehe, just kidding okay!
Daripada nungguin hp kamu, kalo kalo ada yang nge-SMS/BM/Chat/nelepon,dsb..lebih baik kita baca ini aja, ya.. Daripada nanti kamu depresi lagi gara-gara envy sama yang lagi malming, depresi gara-gara gak ada yang mau nemenin malming kalian. Eh, tapi malmingnya keguyur hujan, nih.. Yang lagi malmingan siapin tuh payungnya..hahahaha :D
Kita langsung gejoznya yukk!! Udah, kalian baca aja curucolanku nihh..
Zaman sekarang tuh, ya.. anak SD juga udah saling suka tau gak!Ya, kalian juga perlu tahu, kalo aku juga suka sama seseorang. Tapi, masa, sih, aku frontalin? Gak kali yeee!! Nanti temen aku baca blog ini terus di frontalin kemana-mana..Nyebar dehh!! Gamau! Pasti setiap orang menyukai orang yang perfect di mata mereka. Kita tuh misalnya pingin banget pacaran sama dia, tapi gak berani nembak dan gak berani nyatain cintannya langsung ke si dia. Dipendem terus terusan, kayak aku, HAHA! Tapi'kan cinta itu gak harus memiliki gais *cieehh..
Aku tuhya, suka sama cowo..yaiyalah..masa cewe? Aku normal. Yang aku suka tuhh..pinter, sholeh, rajin sholat, baik, care, setia, ganteng, kece, nurut sama orang tua, kalo bisa sih jago gitar, gak kumel, rapih orangnya, yang gak ngeroko..pokoknya yang positif positif deh orangnya.
Tapi, sampai sekarang juga, belum nemuin tuh, yang kayak gitu..Udah langka.
Tapi, aku gamau pacar-pacaran dulu, yaelah masih SMP jugaa.. kemudaan buat pacaran bagi akumah. Akunya juga belum siap, suka mah ya suka aja, soalnya gak harus memiliki kan. Semoga dia baca ini, Amiin..hahaha *ngarep
Kalo tipe kalian yang kayak gimana? Share dong!Bagi-bagi di comment. Biar seru, ya.. UDah aja kali ya curcolnya.. Mau ber-Malming dulu sama blog nih..hehehe..Byee!!
Daripada nungguin hp kamu, kalo kalo ada yang nge-SMS/BM/Chat/nelepon,dsb..lebih baik kita baca ini aja, ya.. Daripada nanti kamu depresi lagi gara-gara envy sama yang lagi malming, depresi gara-gara gak ada yang mau nemenin malming kalian. Eh, tapi malmingnya keguyur hujan, nih.. Yang lagi malmingan siapin tuh payungnya..hahahaha :D
Kita langsung gejoznya yukk!! Udah, kalian baca aja curucolanku nihh..
Zaman sekarang tuh, ya.. anak SD juga udah saling suka tau gak!Ya, kalian juga perlu tahu, kalo aku juga suka sama seseorang. Tapi, masa, sih, aku frontalin? Gak kali yeee!! Nanti temen aku baca blog ini terus di frontalin kemana-mana..Nyebar dehh!! Gamau! Pasti setiap orang menyukai orang yang perfect di mata mereka. Kita tuh misalnya pingin banget pacaran sama dia, tapi gak berani nembak dan gak berani nyatain cintannya langsung ke si dia. Dipendem terus terusan, kayak aku, HAHA! Tapi'kan cinta itu gak harus memiliki gais *cieehh..
Aku tuhya, suka sama cowo..yaiyalah..masa cewe? Aku normal. Yang aku suka tuhh..pinter, sholeh, rajin sholat, baik, care, setia, ganteng, kece, nurut sama orang tua, kalo bisa sih jago gitar, gak kumel, rapih orangnya, yang gak ngeroko..pokoknya yang positif positif deh orangnya.
Tapi, sampai sekarang juga, belum nemuin tuh, yang kayak gitu..Udah langka.
Tapi, aku gamau pacar-pacaran dulu, yaelah masih SMP jugaa.. kemudaan buat pacaran bagi akumah. Akunya juga belum siap, suka mah ya suka aja, soalnya gak harus memiliki kan. Semoga dia baca ini, Amiin..hahaha *ngarep
Kalo tipe kalian yang kayak gimana? Share dong!Bagi-bagi di comment. Biar seru, ya.. UDah aja kali ya curcolnya.. Mau ber-Malming dulu sama blog nih..hehehe..Byee!!
Rabu, 02 April 2014
Ombre!
Do you like Ombre? Let's join it!
Ombre? Yeay, I like it! Mwah :) :*
I like blue pastel ombre hair!!! Yess!! :D
Thanks!!
Kamis, 13 Maret 2014
Minggu, 23 Februari 2014
Twin Sister
Aku bertanya pada diriku sendiri, di tengah hujan deras yang mengguyur kotaku. "Mengapa aku sangat tidak ingin bertemu dengan "Dia" ? Saudara kem barku sendiri. Lalu, aku bertanya lagi pada diriku "Mengapa aku harus memiliki saudara kembar yang lebih cantik, lebih pintar, dan lebih perfect dariku?" Sepertinya, orang-orang disekitarku sudah tidak menyayangiku lagi, sudah tidak ingin berteman denganku lagi, mereka menjauhiku, mengucilkanku, semenjak saudara kembarku datang dari Perancis.
Saat itu, Ayahku baru saja pulang dari Perancis. Dua hari sebelum pulang, Ia memberi tahuku, bahwa beliau akan meberi kejutan yang sangat spesial. Aku bingung, tidak biasanya ayah seperti ini. Kira-kira kejutan apa yang akan ayah berikan padaku? Sebuah kalung berlian? Boneka Teddy Bear yang besar? Tiket menonton konser? Sebuah miniatur menara Eiffel? Atau.. yang lain? Kejutan itu membuat kepalaku menjadi pusing.
Malam hari sebelum besok Ayahku datang, Ibuku membuat banyak sekali makanan, menghiasi rumah, membuat pernak pernik, membungkusi kado. Kemudian aku menghampiri Ibuku yang sedang sibuk, dan kemudian aku bertanya,
Keesokan harinya, di pagi yang cerah, aku sudah mandi, berdandan yang cantik. Aku tidak sabar menunggu kedatangan Ayahku tercinta. Sebuah mobil datang, sepertinya itu Ayahku, aku berlarian kecil menghampiri mobil hitam mengkilap itu. Tetapi, yang turun adalah seorang gadis seumuran denganku, Ia begitu mirip denganku, tapi gadis ini cantik sekali, kulitnya berwarna puith, rambutnya lebih pirang, tepanya berwarna kemasemasan. Ia tersenyum padaku, matanya berkaca-kaca, kemudian ia memelukku erat. Sebenarnya, gadis ini siapa? Mengapa ia ingin menangis saat bertemu denganku.
Tiba-tiba, Ayahku turun dari mobil tersebut. Akupun menghampiri Ayahku, kemudian memeluknya. Aku berbisik pada Ayahku "Ayah, gadis itu siapa? Mengapa dia mirip denganku?" Ayah hanya tersenyum, lalu meninggalkanku. Perempuan itu menghampiriku, kemudian ia berkata sesuatu padaku
Besok, adalah hari pertama dia belajar di sekolahku. Teman-teman menyambut Felixa dengan sangat senang hati. Tapi, kedatangan Felixa membuat teman-temanku berubah 180 derajat. Mereka semua menjadi menjauhiku, mereka hanya ingin berteman dengan saudara kembarku sendiri! Ya, FELIXA.. Aku, sih.. tidak menyalahinya, bukan gara gara dia, mereka semua menjauhinya. Tapi, hanya gara-gara hati kecil teman-temanku yang sukanya memilih-milih orang yang cantik lah, pintar lah, putih lah, entalaah..!! Uuuh, aku keseel bangeeet!!
Sepulang sekolah, Felixa mengajakku pergi ke toko buku sebentar. Akupun menemaninya, saat di toko buku, kami bertemu dengan teman-teman sekelas. Kemudian, mereka hanya senyum pada Felixia, dan aku? Mereka tidak senyum padaku! Huh, kenapa lagi ini ?! Felixia pun mengajakku untuk pulang, karena dia tahu, mereka itu (teman sekelas) tidak mau berteman dengan Felix lagi karena dirinya.
Keesokan harinya, aku datang terlambat. Sedangkan Felixa sudah diantar Ibu naik motor pagi-pagi tadi, aneh rasanya, deh. Tumben, dia pergi gak bareng sama aku. Akupun masuk ke kelas, syukurlah, guru belum datang. Tiba-tiba Felixia menyuruhku maju kedepan kelas. Aku sangat kaget, Ia maenyuruhku dengan paksa, ditambah lagi teman-teman sekelas juga ikut menyuruhku maju ke depan kelas dengan marah-marah dan paksaan. Aku takut, apa yang akan mereka lakukan padaku? Apaka aku akaan.. dibully ?
Akhirnya aku maju kedepan kelas, seketika teman-teman sekelasku duduk di bangkunya masing-masing. Aku mulai bingung dan curiga, apa yang akan mereka lakukan? Mengapa mereka semua duduk dengan rapi? Flexia pun berteriak,
Kini aku lega, mereka telah berteman lagi padaku. Teryata, yang menyuruh mereka meminta maaf yaitu Flexia. Dia tidak tega, melihatku dimusuhi teman sekelas. Keesokan harinya, kami bermain bersama lagi, mereka sudah tidak lagi memusuhiku . Terima kasih Flexia, telah melakukan semua ini! Kamu memang saudara kembarkku yang sangat kucintai!
Saat itu, Ayahku baru saja pulang dari Perancis. Dua hari sebelum pulang, Ia memberi tahuku, bahwa beliau akan meberi kejutan yang sangat spesial. Aku bingung, tidak biasanya ayah seperti ini. Kira-kira kejutan apa yang akan ayah berikan padaku? Sebuah kalung berlian? Boneka Teddy Bear yang besar? Tiket menonton konser? Sebuah miniatur menara Eiffel? Atau.. yang lain? Kejutan itu membuat kepalaku menjadi pusing.
Malam hari sebelum besok Ayahku datang, Ibuku membuat banyak sekali makanan, menghiasi rumah, membuat pernak pernik, membungkusi kado. Kemudian aku menghampiri Ibuku yang sedang sibuk, dan kemudian aku bertanya,
" Ibu, Ibu menyiapkan semua itu untuk apa? Memangnya Ayah mampu memakan makanan sebanyak itu? Untuk apa Ibu menghiasi rumah dengan pernak-pernik yang berlebihan? Lalu, kado-kado sebanyak ini untuk apa? Mengapa warnanya merah muda?" tanyaku heran.Lalu, Ibuku membelai kepalaku dengan lembut, dan menjawabnya,
" Sayang, memang, Ayahmu tidak akan mampu memakan makanan sebanyak ini. Kamu' kan sudah tahu, Ayah akan memberikan kejutan untukmu. Jadi Ibu tidak akan menjawabnya, Ibu tidak tega, jika harus membongkar rahasia kejutan Ayah untukmu, dan membatalkan kejutan dari Ayah untukmu." jawab Ibuku.Jawaban dari Ibu hanya membuatku tambah bingung, pusing, dan penasaran saja. Akhirnya akupun berkata seperti ini,
" Oh, Ibu mau menyambut kedatangan Ayah, dan merayakan ulang tahun saudara kita, ya?" tebakku.Mungkin, karena aku banyak bertanya, Ibuku pun merasa kesal, Ia membawaku ke kamar..Saat di kamar..
" Sayang, kamu ini dari tadi bertanya terus! Pekerjaan Ibu jadi terhambat! Lebih baik kamu tidur saja, sudah malam!Selamat malam, sayang." gerutu Ibuku. Kemudian Ibuku mencium keningku, dan keluar kamar.Ya, sebaiknya aku tidur saja, daripada membuat Ibuku tambah marah. Daripada pusing memikirkan kejutan dari Ayah. Sekarang, aku akan menenangkan pikiranku dulu. Aku menarik selimutku, dan memeluk gulingku.
Keesokan harinya, di pagi yang cerah, aku sudah mandi, berdandan yang cantik. Aku tidak sabar menunggu kedatangan Ayahku tercinta. Sebuah mobil datang, sepertinya itu Ayahku, aku berlarian kecil menghampiri mobil hitam mengkilap itu. Tetapi, yang turun adalah seorang gadis seumuran denganku, Ia begitu mirip denganku, tapi gadis ini cantik sekali, kulitnya berwarna puith, rambutnya lebih pirang, tepanya berwarna kemasemasan. Ia tersenyum padaku, matanya berkaca-kaca, kemudian ia memelukku erat. Sebenarnya, gadis ini siapa? Mengapa ia ingin menangis saat bertemu denganku.
Tiba-tiba, Ayahku turun dari mobil tersebut. Akupun menghampiri Ayahku, kemudian memeluknya. Aku berbisik pada Ayahku "Ayah, gadis itu siapa? Mengapa dia mirip denganku?" Ayah hanya tersenyum, lalu meninggalkanku. Perempuan itu menghampiriku, kemudian ia berkata sesuatu padaku
" Hello Felix, I miss you so much. Finally, we get to meet." kata gadis itu dengan berbahasa Inggris.
"Maaf, aku gak ngerti." kataku.
"Helo Felix, aku sangat merindukanmu. Akhirnya, kita bisa bertemu." jawab gadis itu.Aku hanya mengerutkan keningku, menatap wajah gadis asing itu. Tiba-tiba, gadis itu terlihat kesal, dan dia beteriak padaku.
" Kamu gimana, sih?! Bukannya senang lihat saudara kembarmu datang jauh-jauh dari Perancis, tapi kamu cuman bengong gitu aja!! Gak seneng, ya? Lihat aku pulang ke sini!" bentaknya.Aku sangat kaget mendengarnya, tidak mungkin aku memiliki saudara kembar yang jauh beda denganku, walaupun memiliki muka yangsama, tetapi dia lebih, lebih dariku.
"Hah? Saudara kembar?? Memangnya.. aku punya saudara kembar? Aku belum pernah memiliki saudara kandung! Aku tidak pernah melihatmu! Sebenarnya, kamu siapa?" tanyaku gugup.
"Iya, aku saudara kembarmu. Namaku Felixa, dan kamu Felix. Memang, kita belum pernah bertemu, hanya saat kita masih bayi. Aku dan kamu sama-sama lahir di sini. Hanya saja, Nenek memaksa untuk membawaku ke Perancis, untuk Nenek besarkan. Karena Nenek sudah meninggal 1 tahun yang lalu, aku dibawa pulang kesini. Untuk hidup bersama-sama denganmu, bersama keluarga kita. Sebenarnya, kedua orang tua kita berasal dari ras yang berbeda. Maka dari itu, warna kulit, rambut, dan mata kita berbeda. Hanya wajah kita saja yang sama." kata gadis itu, yang ternyata saudara kembarku, panjang lebar.
" Jadi, kamu, saudara kembarku, yang selama 14 tahun terpisah? Benarkah? Kamu Felixia? Aku sayaaaang samaa kamuuu..aku menunggu nunggu kapan aku bia memiliki saudara kandung, karena aku sangat kesepian di sini .." akupun menangis, kemudain memeluknya erat.Kami berdua menangis, ya menangis haru, karena bisa bertemu dengan saudara kandung sendiri, setelah 14 tahun terpisah. Akhirnya, kami hidup bersama dalam satu atap, melewatkan banyak waktu bersama, kami saling bercerita tentang negaraku dan negara tempat dia dibesarkan, Perancis. Katanya disana adalah negara mode. Wah, pasti keren sekali! Tapi, tetap saja, Indonesia sebagainegara asal kami berdua.
Besok, adalah hari pertama dia belajar di sekolahku. Teman-teman menyambut Felixa dengan sangat senang hati. Tapi, kedatangan Felixa membuat teman-temanku berubah 180 derajat. Mereka semua menjadi menjauhiku, mereka hanya ingin berteman dengan saudara kembarku sendiri! Ya, FELIXA.. Aku, sih.. tidak menyalahinya, bukan gara gara dia, mereka semua menjauhinya. Tapi, hanya gara-gara hati kecil teman-temanku yang sukanya memilih-milih orang yang cantik lah, pintar lah, putih lah, entalaah..!! Uuuh, aku keseel bangeeet!!
Sepulang sekolah, Felixa mengajakku pergi ke toko buku sebentar. Akupun menemaninya, saat di toko buku, kami bertemu dengan teman-teman sekelas. Kemudian, mereka hanya senyum pada Felixia, dan aku? Mereka tidak senyum padaku! Huh, kenapa lagi ini ?! Felixia pun mengajakku untuk pulang, karena dia tahu, mereka itu (teman sekelas) tidak mau berteman dengan Felix lagi karena dirinya.
Keesokan harinya, aku datang terlambat. Sedangkan Felixa sudah diantar Ibu naik motor pagi-pagi tadi, aneh rasanya, deh. Tumben, dia pergi gak bareng sama aku. Akupun masuk ke kelas, syukurlah, guru belum datang. Tiba-tiba Felixia menyuruhku maju kedepan kelas. Aku sangat kaget, Ia maenyuruhku dengan paksa, ditambah lagi teman-teman sekelas juga ikut menyuruhku maju ke depan kelas dengan marah-marah dan paksaan. Aku takut, apa yang akan mereka lakukan padaku? Apaka aku akaan.. dibully ?
Akhirnya aku maju kedepan kelas, seketika teman-teman sekelasku duduk di bangkunya masing-masing. Aku mulai bingung dan curiga, apa yang akan mereka lakukan? Mengapa mereka semua duduk dengan rapi? Flexia pun berteriak,
" Teman-teman!"Tiba-tiba semua teman-temanku berdiri, mukanya kelihatan sangat serius, akupun menjadi berkeringat dingin. Semuanya menatapku! Ya ampuun, apa yang akan terjadi padaku?
"Flexi, maafkan kami semua.. Kami telah menjauhimu, memarahimu, hanya karena kami ingin berteman lebih dekat denga Flexia, saudara kembarmu. Maafkan kami Flexi, kami janji, tidak akan mengulangi kesalahn kami ini." Tiba-tiba teman-temanku sekelas berbicara seperti ini dengan kompak.Lalu, Flexia memberikanku sebuah cupcake kecil padaku. Teman-teman sekelas kemudian tersenyum lebar padaku, mereka menyanyikan sebuah lagu kesukaanku. Aku jadi tambah bingung. Mereka tidak memberi tahu apa-apa padaku. Pulang sekolah, semua teman sekelas menunggu di taman sekolah. Akhirnya mereka menceritakan bahwa, mereka ingin meminta maaf padaku, karen telah menjauhiku, ya ampun, ternyata mereka telah sadar. Akhirnya aku memaafi mereka semua, dan mereka pulang kerumahnya masing-masing.
Kini aku lega, mereka telah berteman lagi padaku. Teryata, yang menyuruh mereka meminta maaf yaitu Flexia. Dia tidak tega, melihatku dimusuhi teman sekelas. Keesokan harinya, kami bermain bersama lagi, mereka sudah tidak lagi memusuhiku . Terima kasih Flexia, telah melakukan semua ini! Kamu memang saudara kembarkku yang sangat kucintai!
** TAMAT **
Minggu, 16 Februari 2014
Kenangan di 7Lawak
Pas waktu tanggal 14 Januari 2014, kan libur tuuuh! Nah, temenku yang namanya Dean ulang tahuun. Awalnya kita semua ngumpul dulu di "Moriz Futsal" sekitar jam 07.00, ada juga yang nunggu di halte dekat sekolah kita. Akhirya yang perempuan nungguin yang anak laki-lakinya dulu main futsal, ada anak perempuan juga yang main futsal.
Habis itu, kita main deh ke rumahnya Ulay! Yey! Seruu bangeet, sumpah, yaa walaupun gak semuanyaa (maksudnya gak 1 kelas yang bisa dateng) .. Kita semua nonton sbentar di rumahnya Ulay. Nah, akhirnya kita pergi ke villanya Ulay. Mau tau naik apa? Tau gaak.. kita naik mobil "KOL BUNTUNG" Tapi, yang namanya seru bangeet. Kita ngelewatin tempat-tempat yang udaranya masih adem bangeet. Akhirnya, kita sampai di villa nya Ulay.
Disana, kita main-main, lihat pemandangan, nonton film, curhat-curhatan. Pokoknya seruuu bangeeet! Habis dari villanya Ulay, kita semua berangkat ke rumahnya Dean, naik angkoot!
Angkot perempuan sama angkot laki-laki berbeda, mereka berpisah. Naik angkotnya juga beda arah/jurusan, soalnya anak perempuan mau beli kue dulu, hehehehe. Di toko kue kita beli kue, Nah uangnya tuh dari pacarnya Dean, uluuuh so sweet banget, sih! Jadi Deannya di beliin kue, nih? Karena haus, anak perempuannya pada beli minum, biasa'kan lagi panas cuacanya.
Habis beli kue, rombongan anak perempuannya naik angkot lagi, baru sekitar 3 menitan lah, angkotnya udah berhenti lagi! Langsung deh ribut nyalahin Si cegan (cewe ganteng) Fera ^^
"Ihh, kamu mah gak bilang kalo jaraknya dekeet! Mending jalan kaki kamu, mah!"
Hahaha, lawak.. lawak..akhirnya kita (yang perempuan) masuk ke gang besar, kita jalan sampe di Velodrome, huh, cape banget.. untungnya ada yang jualan makanan di sekitar Velodrome.
Kue pun dibawa masuk oleh Zalfa (pacarnya Dean) , and.. lilinnya ada yang mati, semuanya langsung ripuh. Terus pada bilang gini :
" Udah, ih! Biarin ajaa!"
"Gak papa ih!! Cepetaann.."
" Bae weeh..!!Hahaha, ripuh bangeet! Tapi seruu.. hehehehe.. Akhirnya Zalfa masuk ke dalem rumahnya Dean, disana udah ada anak laki-laki, orang tuanya Dean, dan pastinya ada Deannya, yaiyalah! Terus Zalfa ngasihin kuenya ke Dean, Dean pun niup lilinya.. Terus semuanya pada bilang : "Cieeeeeeeeee.." aduuh nie so sweet banget. Orang tuanya Dean cuman senyum-senyum aja, hehehe.
Nah, ini nih yang seru! Pas udah niup lilin, Dean bilang gini:
"Makasih ya, buat semuanya, terutama buat kamu, Zalfa."Cieeeeeeeeee, so sweet banget kalian, semuanya pada teriak-teriak, orang tuanya Dean cuman senyum-senyum aja, tapi jadi ada yang galau.. Si Ulay! Si Ulay iri, dia pingin bisa kayak Dean sama Zalfa. Nah, sekarang acara makan-makan, tapi ada yang ga ikut ke rumah Dean, gatau ya siapa, lupa lagi akunya :))
Pas makan, piringnya sama nasinya Zalfa diambilin Dean, lagi-lagi "So Sweet" hehehe.. kita pun asyik makan makan, tapi, Aku, Zalfa, sama Febri makannya ketawa-ketawa mulu, Aku juga nggak tahu, kenapa bisa ketaw-ketawa terus. Habis makan kita keluar dari rumah Dean, sekedar main-main aja.
Asalnya Dean mau dilemparin pake telur, terus ditumpahin tepung, tapi katanya Si Dean udah gak kuat, ya sudah, gak jadi, deh!Ah, gak seru! Akhirnya, kami pulang ke rumah kami masing-masing, sebelumnya kami semua berpamitan ke orang tuanya Dean. Setelah itu, melewati gang kecil ntuk sampai ke jalan raya besar. Ada trouble lagi pas di gang kecil, Sekar nabrak spion motor, terus patah. Tapi, yang punya motor malah minta maaf, hehehe.. aneh,sih.. Tapi, syukurlah, deh.
Kami berpisah di gang kecil, dan pulang ke rumah masing-masing, yaa.. kita pulangnya sekitar jam 2 atau 3 siang. Sedangkan Aku, Zalfa, Ghea, dan Pute pergi ke Swalayan sebrang gang untuk membeli keperluan IPA besok.
Begitulah, ceritaku bersama 7L (7Lawak), yang bisa dijadikan kenangan. Diatas merupakan video kami saat akan pergi ke Villa-nya Ulay. Terima kasih semuaanyaa.... :D
Sekiaaan... :)
Minggu, 09 Februari 2014
When I Was Your Man
Pingiin doong aku bagi-bagi lirik laguu, niih..Hehehe
Lagu "When I Was Your Man"
Lagu "When I Was Your Man"
Same bed but it feels just a little bit bigger now
Our song on the radio but it don't sound the same
When our friends talk about you, all it does is just tear me
down
'Cause my heart breaks a little when I hear your name
It all just sounds like oooooh…
Mmm, too young, too dumb to realize
That I should've bought you flowers
And held your hand
Should've gave you all my hours
When I had the chance
Take you to every party
'Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man
My pride, my ego, my needs, and my selfish ways
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Now I never, never get to clean up the mess I made, ohh…
And it haunts me every time I close my eyes
It all just sounds like oooooh…
Mmm, too young, too dumb to realize
That I should've bought you flowers
And held your hand
Should've gave you all my hours
When I had the chance
Take you to every party
'Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man
Although it hurts
I'll be the first to say that I was wrong
Oh, I know I'm probably much too late
To try and apologize for my mistakes
But I just want you to know
I hope he buys you flowers
I hope he holds your hand
Give you all his hours
When he has the chance
Take you to every party
'Cause I remember how much you loved to dance
Do all the things I should have done
When I was your man
Do all the things I should have done
When I was your man
Langganan:
Komentar (Atom)



















